Rabu, 24 Oktober 2012

LAPORAN PEMULIAAN TANAMAN SISTEM REPRODUKSI


Materi ke I
SISTEM REPRODUKSI TANAMAN
1. Tujuan
Mahasiswa mengenal alat kelamin jantan dan betina pada bungga.
Mahasiswa mengetahui variasi bentuk dan letak alat kelamin jantan dan betina pada bungga.
Mahasiswa dapat membedakan jenis bungga pistillate, staminate, dan hermaprodit.
Mahasiswa mengetahui waktu bunga mekar.
Mahasiswa mengetahui waktu putik reseptif

2. Prinsip teori
Reproduksi tumbuhan dibagi atas reproduksi vegetatif dan reproduksi generatif. Reproduksi vegetatif terjadi secara alami dan buatan. Reproduksi generatif terbagi menjadi dua yaitu pada Gymnospermae dan Angiospermae. Reproduksi vegetatif pada tumbuhan di atas terjadi secara alami. Tumbuhan juga dapat dikembangbiakkan secara buatan dengan cara: mencangkok, stek, okulasi, merunduk, kultur jaringan dan lain-lain (Srikini 2008: 4).
Reproduksi seksual pada tumbuhan terjadi pada Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka, misalnya pinus, cemara, melinjo, damar, dan pakis haji), dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup yaitu monokotil dan dikotil). Flora atau tumbuh-tumbuhan sama halnya dengan binatang dan manusia sama-sama melakukan kegiatan berkembang biak dengan tujuan untuk menghindari kepunahan pada spesies atau rasnya karena cara inilah tumbuhan mempertahankan keturunannya. Kegiatan berkembangbiak atau beranak ini pada tumbuhan dapat dilakukan secara tidak kawin atau tanpa melalui perkawinan antara sel kelamin jantan betina atau kepala putik dengan benang sari (Pratiwi 2007: 191).  
Perkembangbiakan secara alami adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan tangan manusia untuk terjadi pembuahan atau anakan tanaman baru. Umbi lapis adalah tumbuhnya tunas pada sela-sela lapisan umbi. Contohnya seperti bawang merah. Umbi batang adalah batang yang beralih fungsi sebagai tempat penimbunan makanan dengan calon tunas-tunas kecil yang berada di sekitarnya yang dapat tumbuh dengan cara geragih adalah batang yang menjalar secara terus-menerus di mana pada ruas batang dapat muncul tunas-tunas baru. Misalnya seperti tanaman rumput teki, arbei, kangkung, dan lain sebagainya jadi tanaman baru. Contoh seperti jagung dan ketela rambat (Campbell 2003: 355).
Sistem reproduksi ini tidak melibatkan proses penyerbukan. Keuntungan reproduksi secara buatan ini adalah keturunan yang dihasilkan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya dan cenderung lebih cepat menghasilkan buah. Kekurangannya antara lain sistem perakaran kurang kuat dan jika ranting dipotong menyebabkan menurunnya pertumbuhan. Reproduksi vegetatif merupakan suatu perluasan dari kapasitas tumbuhan untuk  melakukan pertumbuhan tak terbatas. Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan sifat yang sama dengan induknya. Individu-individu sejenis yang terbentuk secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam satu klon, sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik yang sama (Pratiwi 2007: 356).
Gametogenesis adalah peristiwa pembentukan gamet (sel kelamin). Pembentukan spermatozoid disebut dengan spermatogenesis, sedang pembentukan ovum disebut dengan oogenesis. Spermatogenesis pada tumbuhan adalah proses pembentukan serbuk sari yang berlangsung di kepala sari dan oogenesis berlangsung  di ruang bakal buah (putik). Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari di kepala putik untuk tumbuhan Angiospermae sedang untuk Gymnospermae langsung pada bakal biji (Srikini 2008: 5).                              
Reproduksi  pada tumbuhan dari sel generatif dapat terjadi dengan pembuahan (amfimiksis),  atau tanpa  melalui pembuahan (apomiksis). Reproduksi (perkembangbiakan) ini merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Dengan reproduksi  maka makhluk hidup dapat mempertahankan kelangsungan jenisnya (spesies) sehingga tidak punah. Pembuahan pada angiospermae disebut pembuahan ganda sebab terjadi 2 kali pembuahan (Pratiwi 2004: 193).
Sama seperti halnya mahluk hidup lain, tumbuhan juga bereproduksi untuk mempertahankan kelangsungan spesiesnya. Tumbuhan berbunga melakukan reproduksi dengan cara membentuk biji. Biji terbentuk dengan jalan reproduksi seksual yaitu bergabungnya sel kelamin jantan dari serbuk sari dengan sel kelamin betina dari bakal buah.Baik benangsari maupun putik dilindungi oleh kelopak bunga dan daun mahkota. Keduanya membentuk mahkota bunga. Polinasi atau penyerbukan terjadi ketika butir sel jantan dari benangsari masuk ke kepala putik bunga lalu turun ke tangkai putik untuk bergabung dengan bakal biji. Ada juga tumbuhan yang bisa dikembangkan tanpa pembuahan (Srikini 2007: 28)

3. Bahan Dan Alat
a. Allamanda sp
b. Carica papaya
c. Pinus merkusii
d. Hibiscus rosasinensis
e. Vanda sp
f. Caesalpinia pulcherima
g. Canna sp

4. Langkah Kerja

1. Mengamati setiap jenis bunga dan bagian bagiannya, jika bagian bunga terlalu kecil dapat dibantu dengan mengunakan kaca pembesar.
2. Mengambar bunga dengan beagian – bagiannya, kemudian memberi
Keterangan untuk masing masing bagian.
3. Menghitung jumlah daun kelopak (sepal), daun mahkota (petal), benang sari (statmen), dan putik (pistil)
4. Mengelompokan setiap jenis bunga kedalam tipe pin atau thrum berdasarkan ukuran stamen dan pistilnya.
5. Setelah itu kemudian mengelompokan setiap bunga termasuk pistillate, staminate, atau hermaprodite (biseksual)
6. Kemudian kelompokan setiap jenis ke dalam kelompok yang menyerbuk sendiri atau silang
7. Mencari informasi kapan waktu mekar dan reseptifnya putik untuk setiap jenis bunga atau dalam kata lain kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan persilangan buatan
8. Merekap hasil pengamatan anda untuk point 3-7 dalam tabel.


5. Hasil dan pembahasan
a. Hasil Praktikum
Dari praktikum yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Allamanda sp
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae                        
Divisio            : Spermatophyta
Class               : Monocotyledonaea
Ordo               : Apocynales
Family            : Apocynaceae
Genus             : Allamanda
Spesies      :Allamanda sp                      
Nama              : Bunga Allamanda
Keterangan :
1.    Pediculus
2.    Calyx
3.    Corolla
4.    Ovarium
5.    Stylus
6.    Stigma
7.    Stament

b. Carica papaya
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio    : Spermatophyta  
Class       : Dicotyledoneae
Ordo       : Caricales
Family    : Caricaceae
Genus      : Carica
Spesies    : Carica papaya
Nama      : Bunga egeta
Keterangan :
1.         Stamen  
2.         anther
3.         filament
4.         stigma
5.         stilus
6.         ovul

c. Pinus merkusii                                                                  
Klasifikasi                                                      Kingdom        : Plantae
Divisi              : Spermatophyta                    
Class               : Dycotyledonae              
Ordo               : Coniferales                      
Family            : Pinaceae                      
Genus             : Pinus          
Spesies           : Pinus merkusii
Nama              : Pinus                                  
Keterangan :

1.    Bakal biji
2.    Mikrospora
3.    Strobilus betina
4.    Strobilus jantan

d. Hibiscus rosasinensis
Klasifikasi
Kingdom  : Plantae
Divisio     : Spermatophythas
Class       : Dicotyledoneae
Ordo        : Malvales
Family      : Malvaceae
Genus      : Hibiscus
Spesies     : Hibiscus rosasinensis
Nama       : Kembang sepatu        
Keterangan :
1.  Pediculus 5. Filament
2.  Calyx 6. Polen
3.  Corolla 7. Stylus
4.  Ovarium 8. Stigma

e. Vanda sp
Klasifikasi
Kingdom        : Plantae
Divisio            : Spermatophyta
Class               : Monocotyledoneae
Ordo               : Polales
Family            : Orchidaceae
Genus             : Vanda
Spesies           : Vanda sp
Nama              : Anggrek
Keterangan :
1. Corolla
2. Folium
3. Caulis
4. Stamen
5. Stigma

f. Caesalpinia pulcherima
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio     : Spermatophyta
Class        : Dicotyledoneae
Ordo        :  Leguminosae            
Family      : Caesalpiniacea
Genus      : Caesalpinia
Spesies     : Caesalpinia pulcherrima
Nama       : Bunga Merak

Keterangan :
1.    Pediculus
2.    Calyx
3.    Corolla
4.    Stigma
5.    Stamen
6.    Ovarium
7.    Stylus
8.    Filament

g. Canna sp
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio    : Spermatophyta
Class       : Monocotyledoneae
Ordo       : Cannaceales
Family    : Cannaceae
Genus     : Canna
Spesies   : Canna sp
Nama     : Bunga canna

Keterangan :
1.    Corolla
2.    Stigma
3.    Calyx
4.    Sepal
5.    Pediculus
6.    Stamen
7.    Polen
8.    Petal

b. Pembahasan
Allamanda sp adalah bunga yang berupa perdu, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai ± 4 meter.  Batangnya berkayu, silindris, terkulai, warna hijau, permukaan halus, percabangan monopodial, arah cabang terkulai dan merenggang.  Menurut Srikini (2008: 28) bahwa daun Allamanda sp tunggal, bertangkai pendek, tersusun berhadapan (folia oposita), warna hijau, bentuk jorong, panjang 5 – 15 cm, lebar 2 – 5 cm, helaian daun tebal, ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan atas dan bawah halus, serta bergetah.  Bunganya majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di ketiak daun dan ujung batang, mahkota berbentuk corong (infundibuliformis) berwarna kuning, panjang mahkota 8 – 12 mm, daun mahkota berlekatan (gamopetalus).
                 Carica papaya merupakan semak berbentuk pohon dengan batang yang lurus, bulat silindris, diatas bercabang atau tidak, sebelah dalam berupa spons dan berongga, di luar terdapat tanda berkas daun yang banyak, tinggi tumbuhan ini antara 2,5 – 10 meter. Menurut Pratiwi (2007: 205) bahwa daunnya berjejal pada ujung batang dan ujung cabang, tangkai daun bulat silindris, berongga, panjang 25 sampai 100 cm, helaian daun telur bulat, bertulang daun menjari, bercabang menjari berbagi menjari ujung runcing dan pangkal berbentuk jantung garis tengah 25 – 27 cm, taju selalu berlekuk menyirip tidak beraturan.
Vanda sp termasuk ke dalam jenis akar serabut (monokotil) dan merupakan akar udara atau akar gantung yang berfungsi untuk mencegah kehilangan air yang terlalu besar. Bunga ini umurnya relatif pendek termasuk biseksual karena memiliki putik dan benang sari. Menurut Srikini (2008: 35) bahwa bunga anggrek terdiri dari lima bagian utama, yaitu sepal (kelopak bunga), petal (mahkota bunga), benang sari, putik, dan juga ovari (bakal buah). Sepal berfungsi untuk melindungi kuncup. Anggrek memiliki 3 helai sepal yang warnanya indah, berlainan dengan sepal bunga lainnya yang umumnya berwarna hijau, letaknya membentuk segitiga. Setelah sepal, didapatkan 3 helai petal yang juga terletak dalam bentuk segitiga.
Caesalpinia pulcherima  merupakan perdu. Daun hampir selalu majemuk menyirip atau menyirip ganda, jarang sekali tunggal atau beranak daun satu. Menurut Srikini (2008: 31) bahwa terdapat perbedaan mengenai bunganya, ialah bahwa pada suku ini, bunga memang masih sering mempunyai mahkota yang nyata berbentuk seperti kupu-kupu pula, tetapi ke 5 daun mahkota bebas, tidak ada yang berlekatan atau dapat pula jumlah daun mahkota kurang dari 5, bahkan sampai tidak ada. Benang sari 10, jarang lebih, biasanya berlekatan dengan bermacam-macam cara.
Canna sp merupakan herba tegak dengan tinggi 0,5 – 2 m. Semua bagian vegetatif dan daun kelopak sedikit atau banyak berlilin. Helaian daun eliptis memanjang dengan pangkal dan ujung runcing berwarna hijau muda sampai hijau tua, kerapkali merah kecokelatan atau keseluruhannya coklat tua, tepi pucat atau pucat. Menurut Pratiwi (2007: 202) bahwa karangan bunga kerapkali bercabang. Daun kelopak tidak sama, kerapkali berwarna serupa dengan mahkota panjangnya 1 sampai 1,5 cm.
Daun tunggal bertepi rata atau berlekuk beranekaragam. Kebanyakan bertulang menjari, duduknya tersebar mempunyai daun-daun penumpu, bunga banci, aktinomorf, daun kelopak 4 – 5 lembar dengan susunan katup. Menurut Srikini (2008: 33) bahwa Hibiscus rosasinensis merupakan semak atau terna, jarang yang berupa pohon, seringkali dengan batang yang mempunyai serabut-serabut kulit, serta penutup permukaan organ-organ tertentu yang berupa rambut-rambut bintang atau sisik-sisik. Daun tunggal, bertepi rata atau berlekuk beraneka ragam, kebanyakan bertulang menjari, duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu. Bunga besar, banci, aktinomorf, daun kelopak 4 – 5, sedikit banyak berlekatan.
                   Pinus merkusii merupakan anggota coniferales yang paling terkenal dan umumnya dijumpai di hutan alamiah atau lindung. Menurut Campbell (2003: 175) bahwa Pinus merkusii memiliki struktur bunga majemuk dan bereproduksi dengan strobilus dan merupakan tumbuhan berumah satu. Bunga jantan bertumpuk pada tunas yang muda yang memiliki panjang ± 2 cm. Sedangkan bunga yang betina di ujung tunas yang muda berbentuk silindris dan runcing. Pada ujungnya runcing, bersisik dan berwarna coklat. Buahnya berbentuk kerucut berperisai seperti sisik, ujungnya berbentuk jajar genjang. Bijinya berbentuk bulat telur, pipih dan bersayap, mudah terlepas dan berwarna putih kekuning-kuningan







6. Kesimpulan dan saran
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat diperoleh beberapa kesimpulan antara lain :
1. Pada Hibiscus rosasinensis terdapat dua alat kelamin yaitu putik dan benang sari dimana letak benang sari berada dibawah putik.
2. Bahwa Carica papaya tidak mempunyai kelopak bunga.
3. Bunga Caesalpinia pulcherima berupa bunga majemuk.
4. Caesalpinia pulcherima dan Allamanda sama-sama mempunyai bentuk bunga menyerupai bentuk terompet.
5. Penyerbukan adalah jatuhnya serbuk sari di kepala putik untuk tumbuhan Angiospermae sedang untuk Gymnospermae langsung pada bakal biji.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar